kita telah membingkai dunia kita
selama setahun
menghiasnya dengan tangis yang membasahi kemarau
lalu mempercantik dengan canda yang berpadu rintik hujan
Setahun sudah dunia itu jaga
menyinarinya dengan cinta yang menghangatkan
membasahinya dengan airmata kerinduan yang menyejukkan
Cinta adalah pembebasan
dari sekat-sekat ego yang menyesatkan
Cinta adalah kebebasan
untuk merangkai dunia yang kita inginkan
sudah setahun cerita-cerita itu bertaut berpadu
membentuk jalan hidup yang tak pernah kita tebak
Lewat puisi
lewat kata
kuceritakan padamu
sebelum malam mengistirahatkan tubuh kita
15 September 2008
Setahun
14 September 2008
Hari Telah…(kesaksian buat orang yang aku sayangi)
Hari telah redup berkubang debu bertabur
Semenjak tinggal bayang mengenang sekaran bunga
: pada sosok telah berpulang
Masih tergema mutiara nasihat ; semasa dulu binar bintang bercahaya
Melukis pada gurat kanvas yang terkoyak rindu
Hari telah beranjak mengejar jejak, tersapu luka menghulu jiwa
Namun diam masih menjebak pilu, tertancap duri diam-diam menikam
Hingga luka tetap menganga menyebar perih, ke sekujur tubuh terbujur sendu
Bersama rintih tangis menggenang basah perlahan
: yang tak lekas terhapus sejak kehilangan
Hari telah sering menegur sapa pada langit telah lama muram
Bercerita tentang naskah drama kehidupan ; yang tak jelas beralur suka atau duka
Menawarkan lakon pengganti sang sosok ; yang kini masih diam bersamayam ruhnya
Dalam jiwa bunda dan empat dewi merindukan kehangatanya lagi ; yang telah terkubur tenang
Lirih suara bisu berontak menolak sosok siapapun ingin menempati
Tak rela bila kasih yang masih lekat menyekat, akan terhapus oleh sosok lain selainnya
Walau bersorak caci tingkah saudara mengujat merasa seperti dewa
Walau serasa menusuk jantung makian mereka yang tak mengerti
Hari telah beranjak pulang ke peraduan petang
Dan engkau harus tetap merajut benang hidupmu
Pada selembar kain esok kelak kan kau sulam masa depanmu
: dengan jubah ketegeran nurani, untuk bisa bangkit dari luka
Demi bundamu…
Demi adik-adikmu..
Juga demi ayahmu disana…
Sekarang…!!! Buktikan…!!!
Revolusi telah merubah alam, dan kau…!!!
Masihkah hanya diam di langkahmu tak bergerak
Seperti dongohmu telah kau rasa itu mengasyikan
Haripun kau sadari telah menghentikan detak hatimu
Tapi apa yang sedang kau pikirkan…???
Apa yang sedang kau perbuat…???
Kau hanya bisa menghayalkan masa esokmu
Tak coba kau raih itu, tak pula ayunkan kakimu
Sepertinya kau adalah sang pemimpi sejati
Aku tahu mungkin sudah kau rencana harimu
Dalam benakmu layaknya peta hidupmu
Tapi apa..???
Itu hanya gambaranmu semata ,Hanya sebatas imajinasimu saja
Apa kau sudah puas dengan menyandang gelar “ Pecundang “
Gelar yang kau pertaruhkan dengan sikapmu yang anti “ Resiko “
Jika kau menolak dan tak setuju dengan itu
Sekarang biarkan dunia bisa saksikan bahwa kau “ Bukan pecundang “
Kalau engkau adalah “ Pejuang hidupmu ” yang suka “ Resiko ”
Karena hidup ini penuh “ Resiko ” dan “ Tantangan ”
Dan kau harus tahu itu, tahu sebenar-benarnya
Biarkan pula aku saksikan bahwa kamu “ Bisa ”
Merubah mimpi dan hayalmu jadi realitamu juga kenyataanmu
Bukan imajinasi juga gambaranmu semata
Aku yakin kamu “ Bisa”, kamu “ Mampu ”
Lakukan sekarang, jangan ulur lagi waktumu
Jangan tunggu esok hari kan tiba mengejarmu
Sekarang …!!!!
Buktikan…!!!!
Biarlah
jangankan bercakap…!!!
Menyapapun kuragu,nanti malah terbelit lidahku
Cukuplah langkahku memberi tahu, tak perlu sampai jabat tanganku
Biarlah kehendakku yang bergejolak, tak perlu tubuhku harus berontak
Jangankan mengadu…!!!
bicarapun enggan, nanti malah luka kemudian
cukuplah sepiku yang berucap, tak perlu sampai salamku mengungkap
biarlah mataku yang berujar, tak perlu kupaksa itu benar
Tidak bercakap…!!! Tidak pula mengadu..!!
Karena aku lebih baik bisu, nyanyikan harmoni memetik dawai sendu
sekalipun detak nadi hentikan denyut jantungku
aku tetap ingin diam….
Tidak bercakap..!!! tidak pula mengadu…!!!
Hatiku Dicuri
Kucari-cari hatiku yang telah dicuri
Di rindang cemara dan jalanan
Di kerumunan keramaian lalu ilalang
Namun tidak ada….
Kutanya pada sepiku membisu
Telingaku tahu, tak mau mendengarku
Acuhku bingung, siapa berani mencuri hatiku..!!
Disembuyikan dimana jantung cintaku itu..!!
Kupegang dadaku, benarkah telah hilang hatiku..??
Kurasa denyutan ada di kepalaku,bukan dadaku
Kukepal tangan menampar mimpiku
Tetap saja aku tak sadar…
Kalau aku telah kehilangan hatiku
Hatiku Dicuri
Kucari-cari hatiku yang telah dicuri
Di rindang cemara dan jalanan
Di kerumunan keramaian lalu ilalang
Namun tidak ada….
Kutanya pada sepiku membisu
Telingaku tahu, tak mau mendengarku
Acuhku bingung, siapa berani mencuri hatiku..!!
Disembuyikan dimana jantung cintaku itu..!!
Kupegang dadaku, benarkah telah hilang hatiku..??
Kurasa denyutan ada di kepalaku,bukan dadaku
Kukepal tangan menampar mimpiku
Tetap saja aku tak sadar…
Kalau aku telah kehilangan hatiku
Sajak Kosong
Kosong ini hanyalah coba yang menguji kesabaran
Adalah waktu yang mengukur kesetiaan
Semalam bahkan sepanjang malam
Sampai tibanya masa akan berwujud pengertian atau ketidak pedulian
Barusan mimpi telah memanjakan aku sesaat
Menegurku dengan teriak menyentakkan aku
Serta meraupi mukaku dengan air mata hilang ketika terjaga
Dan menampar tubuhku tergeletak akhirnya sadar
Tawa kita kemaren adalah mentari cahaya dedaunan pagi
Dan canda kita dulu adalah kicau kutilang di dahan cemara
Namun tawa dan canda itu adalah masa lalu
Tidak lagi ada sekarang seperti pijar menerangi temaram
Walau kadang itu menjadi candu perindu jiwa yang ingin terbebas
Masih sering aku tanyakan tentangmu pada sunyi yang dungu
Apakah masih seperti senja kau terlukis indah pelangi
Atau seperti embun di ilalang kering dalam fajar mengusap gelap
Bahkan mungkin seperti langit bermendung simpan kelabu warna hati
Tak aku tahu itu?
Yang aku tahu ;
Kosong ini adalah coba…
Sepi ini adalah uji..
Dan cinta ini adalah kosong dan sepi…
Batu Semalam (Malam bersajak di bait malam)
Inilah batu semalam yang kita pahatkan dingin tengah malam
Menanti malam sepanjang sunyi selepas perjalanan
Terbujur kaku merapat jiwa kita terbekukan malam;
Oleh kabut turun mengembun malam basah perlahan
Hinggq Terbaring letih di malam pusara tanah berdebu ;
Di lintas malam jejak kaki jelang fajar hari
Mungkinkah batu semalam adalah mimpi semalam; setiap malam
Sebagai prasasti saksi pertumpahan semalam;
Di rintang semalaman dalam satu malam
Terdesah harap kelam terlalui malam pekat hitam;
Di perhentian sempat lelah terlebur peristirahatan singgah malam
Batu semalam telah kita tinggal esok hingga beribu malam
Mengingatkan cerita serta tawa semalam mengusik senyap hilang ;
Di naung gemuruhnya Abu abu langit malam
Menyisakan hangat canda semalam tergema mengawan ;
Di tebing sunyinya malam ketinggian ungaran
Inilah batu semalam….
Selamanya akan tetap menjadi “batu semalam”
Karena batu ini telah menyimpan cerita kita tadi malam
Di curamnya malam puncak ungaran
Batas langkah kita
badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala
debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
di kolong jembatan hati malamku bersemayam
aku ini hanya pengemis nasib
peminta minta takdir bermuka garang
baju compang camping dan balutan sutra
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
itu nyata, benar adanya…
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
telah jelas tokoh tergambarkan alur
juga aturan mainya…
aku ini ilalang liar
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
hingga matipun aku tetap liar
termakan serangga-serangga kurang ajar
tapi kau adalah awan cakrawala
megah teratas pandangan mempesona
disusunan beratap-atap langit
hingga nantipun kau tetap megah…
kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut menenggelamkan
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai
hanya bisa dipandang, tak dimiliki
tak kusangka salah jika hati telah bercermin
mata telah tersayup
langkah telah terkubur
cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati
kelak pasti kau akan tahu itu?
Akhirnya…
aku hanya bisa bilang padamu;
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang lain kan kau raih
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu
karena…
aku ini hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
dan kau harus tetap teruskan jalanmu
Tanyaku
Aku bertanya pada dinding tuli
Tentang aku??
Mengapakah aku??
Hanya tersisa reruntuhan hati mati
Aku mengadu pada batu bisu
Tentang aku??
Apakah aku??
Hanya setumpuk kepingan jiwa pecah
Aku berkisah pada merpati bercumbu
Tentang aku??
Bagaimanakah aku??
Hanya tubuh terpasung pasrah oleh cemburu
Aku bercerita pada mentari beranjak senja pergi
Tentang aku??
Inikah aku??
Hanya jeritan berderai tangisan terdengar sembilu sendu
Lalu..
Mengapakah aku??
Apakah aku??
Bagaimanakah aku??
Inikah aku??
Hanya tanyaku yang terus bertanya pada “aku” yang bertanya
Bersabarlah (catatan buat kakakku tercinta)
Kak, bersabarlah…
Sepahit apapun getir kehidupan yang kau rasa
Sesakit apapun luka yang kau derita
Sesusah apapun jalan yang kau telusuri
Tegarlah, seperti karang di lautan yang tak tergoyahkan riak gelombang
Kak, bersabarlah…
Aku disini, disampingmu kan menghapus air matamu
Aku disini, menemanimu mengusir sepimu
Aku disini, senantiasa menjaga bintang-bintangmu
Aku disini, selalu menjadi dermaga jiwamu
Kak, bersabarlah…
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya
Tapi awal perjalanan kakak tuk merangkai cerita baru
Kesedihan bukanlah gundukan tanah yang akan mengubur hatimu
Tapi perkasa langit yang akan menjunjung hatimu
Kak, bersabarlah…
Tak perlu kakak takut…
Cengkramlah congkaknya mataharimu dalam genggaman teduhnya rembulanmu
Meski bintang-bintangmu telah terkoyak bersama luka deritamu
Kelak, dirinya kan bersujud menangis tak bisa mengurai air matanya
Kak, bersabarlah…
Tak perlu kakak risau…
Yakinlah, suatu ketika akan kau temukan bersama takdirnya Tuhan
Dalam dekapan kedamaian dan cinta kasihNYA…
Cerita Kupu-kupu
Kupu-kupu liar hinggap di ranting kelopakku
Mencumbu bungaku, mencuri maduku
lalu pergi…
Kemudian datang kupu-kupu hitam putih
Hanya singgah, bermain dengan bungaku
lalu pergi …
Lalu kupu-kupu kecil berbondong-bondong
Kelihatanya sedang menikmati aroma bungaku
Namun tidak mencicipi, hanya menciumi
lalu pergi…
Tapi..??
Dimanakah kupu-kupu yang kutunggu
Sejak pagi tadi, hingga sore ini…
Yang biasanya singgahi setiap hari, tapi tak datang hari ini
Mungkin malam nanti, ketika kupu-kupu lain terlelap
Dia akan datang mencumbui bunga hatiku
13 September 2008
Untuk Seseorang

** ini ku persembahkan untuk seorang yang tak aku sadar mampu membuat aku utuh kembali, yang mampu membuat aku merasa terlahir kembali, untuk bisa peduli, mengerti dan memahami…
segala yang ada padanya , segala yang ia punya …
walau mesti itu aku hanya bisa aku miliki dalam lelap tidurku…
walau mesti aku harus berserah pada mimpi sepanjang malamku….
walau aku mesti rela dan ihlas untuk merasakan cinta hanya dengan hayalku…
aku akan coba peduli, mengerti, memahami dan menyayangi…
semoga seorang yang tak aku sadar telah menjadi bagian dari diriku akan mampu merasa cinta yang sebenarnya,memiliki cinta yang sesungguhnya, cinta suci dari ihlas nurani…
walau aku harus berserah pada mimipi…
walau aku harus melangkah kembali dalam perjalanan sunyiku…
aku akan mencoba tetap peduli, mengerti dan memahami…..
untukmu dan karenamu….
semoga aku mampu …**
_______________________________________________________________________________________
tengah malam ketika pucat bulan
ketika keresahan terus menyapa dari dasar lorong jembatan jiwa
malam saat engkau selalu ada mengusap peluh keruh seluruh
menemani di setiap sepi dan sunyi yang menahan mimpiku
hampir setiap malam yang tuli dan dungu itu
diam-diam mengintip dari balik bilik tirai rasa yang telah kusam
hadirmu tak kusangka membuka pintu hati
bersinggah tahta dalam altar tertinggi jiwa
pijarkan satu cahaya di setiap sudut ruang kosong
menerangi temaram senyap sepiku
mungkin aku telah tertawan cinta
ataukah memang dia adalah keindahan yang kurindukan selama ini
atau dia adalah kerinduan itu sendiri yang memberi kedamaian
yang aku rasa dialah yang sekarang ini mengisi kosongnya hati
dialah yang sekarang ini menjadi peri di hati
telah aku tanyakan pada embun berkabut di puncak sindoro kala itu
dengan letak pijak kaki di bibir kawah yang tertelan kabut putih
telah kutinggal pesan pula pada edelweis untuknya…. tentang keabadian cinta
juga ku goreskan tanah berkapur merah pada bebatuan yang terengkuh ilalang
ku tulis dengan jelas “engkau telah membuatku merasa kembali utuh”
seperti senja yang tak ingin berpisah meninggalkan langit bercakrawala
begitupun aku yang tak kan bisa membiarkan ia tanpa peduli
sebagaimana senandung fajar yang selalu ada untuk embun pagi
begitupun aku yang ingin selalu ada untuk dia
walau mungkin aku tak cukup sempurna untuk dia miliki
karena aku ini hanyalah serpih pecahan kehidupan yang ingin aku maknai
walau mungkin aku tak cukup indah untuk menghiasi hatinya
karena aku ini hanyalah dedaunan kering yang berguguran terhempas waktu
namun…..
aku akan mencoba untuk selalu peduli
aku akan mencoba mengerti dan memahami
aku akan mencoba untuk selalu menyayangi
untuknya… karenanya
semoga aku mampu….
________________________________________________________________________________________
** ada dalam setiap harapku semoga dia tumbuh dewasa… menjadi gadis yang bijaksana dalam setiap masalah dalam kehidupan … semoga dia menjadi gadis yang mempunyai kebesaran hati….
semoga dia tetap menjadi yang indah dalam diri dan hatiku **
Engkau (Rika)

*Sengaja aku tulis puisi ini untukmu
*karena engkau sendiri pun telah menjadi puisi untukku
*terima kasih karena engkau membuat aku merasa hidup seribu tahun lagi
*cinta ini akan selalu aku jaga untukmu
*karenamu juga demi kamu…
*sayang ini akan selalu ada untuk kamu…
*karenamu juga demi kamu…
*semoga kita bisa saling mengerti
*bisa saling menerima segala yang ada pada kita
*semoga suatu ketika nanti aku mampu memilikimu seutuhnya
*sebagaimana telah aku miliki cintamu sepenuhnya…
___________________________________________________________________________________________
Kiranya tak salah, jika aku warnai lautan jiwaku dengan pelangi cintamu
Karena itu indah, terindah lukisan rasa yang tak terpuaskan
Terkekal akhirnya nanti, hingga batas tak bermasa peduli
Pada ujung tepian keinginan hasrat berharap
Begitu lembutnya engaku ibarat angin yang membelai pucuk daun cemara
Hingga seperti membawa kecemburuan ranting-ranting yang mengering
Bahkan kunang yang bermalampun tahu bahwa engkaulah cahaya
Pijar penerang dalam redup temaram perjalanan sunyi ini
Selayaknya juga bulan telah menoreh senyum pada bintang
Ketika canda canda suara sepi beriring bernada melodi tersendu pilu
Ketika di perhentian sempat langkah terdiam dengan do’a-do’a yang terluka
Dan tersalib kaki dan tangan di persimpangan tengah malam
Hingga…
Engkau…
Tak kusangka hadir telah menjadi mahkota di persinggahan istana jiwa
Lebih sekadar tertinggi engkau menempati ruang tak bersudut ini
Telah menjadi jantung dan denyut nadi untuk ruh cinta yang ingin menyucikan
Engkau (Rika)….
Akan tetap menjadi edelwes di ladang rasa yang ingin aku abadikan
Tumbuh di padang kedamaian berembun memercik titik titik kesadaran
Akan senantiasa menjadi sakura dan lili yang sama menawan penuh keindahan
Di sepanjang waktu yang akan aku jaga di taman tanpa musim guguran dan gersang
Rika…
Untukmu seutuhnya aku titipkan hati ini
Karenamu sepenuhnya aku serahkan jiwa ini
Hari Ini Engkau Ulang Tahun
Hari ini engkau ulang tahun ….
tepat untuk ke-18 kalinya engkau disapa hari yang istimewa ini
ini adalah langkah barumu untuk merajut esok indahmu
untuk mewujud cita serta rangkaian mimpimu
ini adalah awal harimu untuk engkau tersenyum pada embun dan senjamu
untuk membelai setiap harapan dan asamu
hari ini engkau ulang tahun….
walau semalam terasa sepi dan sunyi untuk kita rayakan
tapi terdengarkan disana sorak rerumputan terbangun memberimu selamat
di antara temaram bercahaya kunang yang menjadi penerang pesta semalam
dan nyanyian kidung berawan rembulan mengajak bintang-bintang
untuk mendendang gemuali irama bahagia di jiwamu
hari ini engkau ulang tahun….
tak ada kado terindah yang bisa aku hadiahkan kecuali
ihlas rasa cinta dan tulus kasih sayang ini….
yang terbingkis dalam sepasang cincin
untukmu juga untukku….
yang aku harap nantinya hati kita semakin tereratkan
jiwa kita semakin tersatukan ….
sekarang … sampai nanti…
hingga batas masa yang tak aku tahu itu..
atau untuk selamanya hingga tersemayam bersama ruh penuh cinta…
hari ini engkau ulang tahun….
do’aku ada untuk setiap langkahmu
untuk setiap impian dan anganmu esok nanti
semoga engkau yang telah menjadi bagian dari diri ini
tetap menjadi yang terindah di istana ruang jiwaku
semoga cinta ini akan semakin tumbuh menguatkan aku
menerangi dan menjadi cahaya di setiap jalanku
dan semoga engkau akan memiliki cintaku seutuhnya
sebagaimana aku telah memliki cintamu sepenuhnya
Ambillah Waktu
Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk membaca, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai,itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan jiwa.
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah waktu yang paling singkat untuk kepentingan diri sendiri.
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga.
( Lothar J. Seiwert)
Keraguan Cinta
Keraguan tak pernah menyatu dengan CINTA ,dan hati yang selalu ragu tak kan pernah bisa menCINTAi dengan ketulusan hati.
Selengkapnya......Pelita Kecil
Gemulai rona jingga membayang di pelabuhan hitam .Menari - nari penuh kesyahduan di keremangan senja tanpa ahir .Engkau nyalakan pelita kecil di kelambu jiwaku ..Hanya pelita kecil ,namun cahayanya mampu menolong jiwa-jiwa yang tersesat hingga menemukan jalanya kembali .Di atas cahaya itu tersembunyi sebuah kelembutan yang membelai pucuk - pucuk harapan dalam sebungkus hayalan .Moga cahaya itu tetap menerangi setiap langkah kaki ini .
Selengkapnya......Pagi Yang Indah
* Andaikata aku dapat selalu berdiri melihat embun pagi mentes , di dedaunan rerumputan menghijau , bila mungkin pula aku bisa , kan kudekap peluk erat tak rela kulepas pagiku ,sadarkan lelap mimpiku begitulah pertama kali pagi menyapa hariku ,mengajakku selalu tak lupa untuk mengawali hariku dengan seutas senyum pada kehidupan ,pula yang selalu mengingatkan aku tuk bilang “ Selamat pagi “
* Ada setetes embun di pelupuk matamu , diterpa sinar ,mengilaukan meluruhkan tiap kepastian menjadi keraguan ,diantara puing kehancuran kau taburkan serpihan asa untuk kau lebur segalanya .Dan pagi ini adalah saksinya …..
Malam Yang Larut
Mungkin kau sudah terlampau dalam memasuki mimpimu indahmu , jauh meninggalkan gaduhnya kesibukan keseharianmu ,hanya ucapan selamat malam yang kusampaikan padamau melalui langit kubawakan pesan ini untukmu .
Selengkapnya......