13 September 2008

Kalau Orang IT Punya Punggung Gatal

Sepasang suami istri sama-sama bekerja di bidang IT, tetapi si suami lebih sering menghabiskan waktunya main komputer sepanjang hari, ibaratnya makan, tidur terus di depan komputer.

Si istri akhirnya menyadari betapa parahnya pengaruh komputer bagi suaminya, saat satu kali ia mencoba membantu menggaruk punggung suaminya yg sedang gatal.

Si suami berkata, "Bukan di situ, `scroll` ke bawah dikit!"

Selengkapnya......

Kompetisi Penjaga Toko yang Sehat

Penjaga toko sangat marah karena di sebelahnya dibuka toko yang mirip dengan tokonya, dan memasang papan pengumuman besar: "Harga Terjangkau".

Kemudian di sebelah kanan tokonya, dibuka juga toko lain yang memasang papan pengumuman yang lebih besar: "Harga Termurah".

Si penjaga toko panik, sampai akhirnya dia dapat ide. Ia memasang papan pengumuman paling besar di tokonya sendiri dengan tulisan "Pintu Masuk Utama".

Selengkapnya......

Namanya Juga Usaha

Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine bengong. “Not a play?”

“Yes… Not a play… Bukan main.”

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. “Bukan main itu bukan not a play, Djan.”

“Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok)”

Lalu berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk). But don’t think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal together.”

“Ngaco kamu, Djan,” Tukidjo tambah gemes.

“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch?”

Nadine cuman senyum kecil. “I would love to, but …”

“Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)”, sambut Wakidjan ramah, “Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok).”

Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. “Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?”

Tukidjo cari kalimat penutup. “Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button.” (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, “His name is also effort.” (Namanya juga usaha)

Selengkapnya......

Main Hakim Rame-Rame

Seorang pencuri tertangkap. Ia dipukuli oleh orang yang menangkapnya. Tak berapa lama datang segerombolan orang yang dipimpin oleh pak RT.

"Stop, stop, stop!! Ada apa ini?" tanya pak RT

Sambil terengah-engah orang yang memukuli tadi bilang: "Dia pencuri, Pak. Dia telah mencuri HP istri saya. Dia harus dihajar, pak. Biar kapok!"

"Tunggu dulu," kata Pak RT, "apa kamu yakin dia benar-benar yang telah mencuri HP istrimu?"

"Benar, Pak. Saya melihatnya sendiri. Saya yang sempat memergokinya mencuri," kata orang itu.

"Tapi kamu tidak boleh main hakim sendiri. Itu melanggar hukum. Dari pada kamu main hakim sendiri lebih baik.....Ayo kita MAIN HAKIM RAME-RAME!! Ayo pukuuuull....."

Maka segerombolan orang itu memukuli maling hingga babak belur.

Selengkapnya......

Salah Tulis Nama

Dua pemuda memutuskan untuk pulang melewati kuburan guna mempersingkat jalan. Untuk menghilangkan rasa taut, mereka menyusuri kiburan tersebut sambil bercerita dan tertawa-tawa.

Tiba-tiba di tengah kuburan mereka mendengar suara orang mengetuk-ngetuk batu degnan pahat. mereka diam karena takut dan coba mendengarkan dari mana datangnya suara itu.

Ternyata ada seorang tua yang sedang memahat batu nisan. " Hai Pak Tua, Bapak ngagetin kami aja, kami kira hantu. Apa yang Bapak kerjakan malam - malam begini?"

Tanpa menoleh kepada kedua pemuda ini, si Pak Tua ngedumel, " Orang -orang bodoh itu.... mereka salah menulis nama saya ....."

Selengkapnya......

Salah Tulis Nama

Dua pemuda memutuskan untuk pulang melewati kuburan guna mempersingkat jalan. Untuk menghilangkan rasa taut, mereka menyusuri kiburan tersebut sambil bercerita dan tertawa-tawa.

Tiba-tiba di tengah kuburan mereka mendengar suara orang mengetuk-ngetuk batu degnan pahat. mereka diam karena takut dan coba mendengarkan dari mana datangnya suara itu.

Ternyata ada seorang tua yang sedang memahat batu nisan. " Hai Pak Tua, Bapak ngagetin kami aja, kami kira hantu. Apa yang Bapak kerjakan malam - malam begini?"

Tanpa menoleh kepada kedua pemuda ini, si Pak Tua ngedumel, " Orang -orang bodoh itu.... mereka salah menulis nama saya ....."

Selengkapnya......

Polisi Marah Dengan Anak yang Bodoh

Ada seorang anak bernama Ponidi.Dia terkenal sangat bodoh. Suatu hari Ponidi disuruh ibunya jualan ayam ke pasar.

Karena tau kalo anaknya itu bodoh, Ibu pun memberinya nasehat.

"Jika ada yang bertanya siapa kamu, jawabnya anak mak sarimah, jika ada yang bertanya apa yang kamu bawa, jawabnya seekor ayam, jika ada yang menawarkan dengan harga murah, jawabnya sebegitu belum cukup, dua kali lipatnya.. jika orang itu mau beli, jawabnya iya.."

di perjalanan Ponidi bertemu dengan seorang polisi

Polisi : "Apa yang kamu bawa?"
Ponidi : "Anak mak sarimah.."

Polisi mulai berang

Polisi : "Kamu tau siapa saya?"
Ponidi : "Seekor AYAM.."

Polisi marah

Polisi : "Kurang ajar kamu ya!! ku tampar kamu 2 kali ya!!"
Ponidi : "Sebegitu belum cukup.. dua kali lipatnya.."

Polisi pun menampar dia 4 kali

Polisi : "Masih mau ditampar??!!"
Ponidi : "IYA"
Polisi : "????!!!?"

Selengkapnya......